Selasa, 28 Februari 2017
Cinta Seni Budaya
KARYA leluhur bagi Yulia Dewi Aminatus Syarofah bukan hanya sekedar seni budaya. Namun suatu kekayaan bangsa yang harus dilestarikan. Bukan hanya bagi kaum tua pecinta seni budaya saja, juga harus dilestarikan dan dikenalkan pada generasi muda seperti dirinya.
"Mengenali dan mencintai seni budaya adalah sesuatu yang indah dan penuh estetika," ucap gadis kelahiran Banyuwangi, 26 Juli 1997 ini. Oleh karena itu, Mahasiswi Fakultas Pertanian Jurusan Agro Teknologi Universitas Jember ini begitu cinta dengan dunia itu.
Anak pasangan Tasemi dan Suyadi ini sebenarnya hasratnya lebih kepada teater. Karena dengan panggung teater, dirinya bisa menjadi pribadi yang bisa lebih membuka diri dengan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, dirinya bisa mengetahui intisari cerita dan mengambil nilai-nilai kebijakan dari karakter yang tengah dimainkan. "Intisari dan fenomena yang diangkat membuat kita makin memperkaya khasanah bangsa," ucapnya.
Alumni SMAN 1 Pasanggaran Banyuwangi ini juga getol untuk mempromosikan dan mensosialisasikan budaya keris sebagai peninggalan budaya Indonesia yang memiliki nilai tinggi.
"Keris mengandung filosofi kehidupan yang cukup tinggi," ucapnya.
Karena itulah Yulia suka mempelajari bentuk, komposisi dan juga alur dalam keris. "Ternyata di sebuah keris mengandung makna filosofi yang cukup tinggi. Hal inilah yang membuatnya kagum dengan keris yang merupakan budaya asli Indonesia," katanya.
Sehingga hal inilah yang diakuinya perlu untuk juga dipelajari oleh kaum muda di Indonesia khususnya Jember. Pasalnya, selama ini generasi muda kurang untuk mempelajari budaya bangsa sendiri karena dianggap tidak keren.
"Padahal ketika kita mempelajarinya akan ketemu bahwa budaya Indonesia itu bagus," ucap mahasiswi yang aktif di UKM kesenian Universitas Jember ini.
Ke depan pihaknya pun ingin untuk terus bisa mengembangkan seni budaya. Utamanya untuk mengajak generasi muda senang dan cinta kemudian ikut mengembangkan dan melestarikan seni budaya Indonesia, khususnya di Jawa Timur. (ram/hdi)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 01 Februari 2017
disalin oleh : (er)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar