TIDAK banyak orang yang berkeinginan untuk fokus di dunia tari. Sedikit di antaranya adalah Brenda Chintya Lucky. Usai lulus SMA nanti, gadis yang akrab di sapa Chintya ini mengaku sudah mantap untuk memilih kuliah di jurusan sendratasik.
Tari Solo Paling Menantang
Tak hanya sebagai penari, ia bahkan bercita-cita menjadi dosen tari. "Rizki ada di tangan Yang Kuasa. Meskipun kata orang, profesi seniman tidak menjanjikan, tapi saya ingin melestarikan budaya kita," ujar gadis yang berulang tahun setiap tanggal 27 Mei ini.Sejak ini, Brenda sudah belajar beraneka macam jenis tarian. Meski juga mempelajari tari modern, namun ketertarikan untuk melestarikan budaya nusantara membuat Brenda lebih tertarik untuk mendalami tari nasional. Berdasarkan pengalamannya selama ini, di antara beragam tari tradisional yang pernah pelajari, tari Solo dianggapnya paling menantang. Karena tari Solo itu perlu kepekaan nada-nada dalam iringan yang begitu halus," kata putri pasangan Eddy Suyanto dan Sri Utami ini.
Kecintaan kepada seni juga menuntun Brenda untuk mempelajari musik sebagai pengiring tari. Meski demikian, sebagai pelajar, Brendra juga mestipandai mengatur waktu dan berbagi konsentrasi agar tugas-tugas sekolah dapat ia kerjakan dengan baik. "Sesekali juga belajar musik, karena dalam belajar tari, kita berkarya dan berproses tanpa henti. Tapi saya juga harus memilih juga waktu untuk sekolah," tutur pelajar XII IPA SMAN ! Ambulu ini.
Hampir setiap hari, Brendra mengasah kemampuannya menari di Sanggar Kartika Budaya. Dia mengaku beruntung karena diasuh oleh guru tari yang sangat telaten dalam membimbingnya. "Kami diajar menari oleh Bu Enys. Saya memanggilnya mama karena sudah saya anggap seperti orang tua sendiri," tutur gadis asal Ambulu ini.
Bersama rekan-rekannya, Brenda beberapa kali tampil berpartisipasi dalam ajang Pandhalungan Night Show (PNS) yang dihelat Jawa Pos Radar Jember. Brenda mengaku senang, karena bisa menarikan karya asli Pandhalungan khas Jember. "Kami selalu hadir di setiap penyelenggaraan PNS sebagai unsur pendukung tim nak-kanak Pandhalungan. Nanti kami akan menampilkan pertunjukan spesial pada ajang penutup PNS 24 Maret mendatang ," pungkas sulung dari tiga bersaudara ini. (ad/cl/har)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 27 Februari 2017
Disalin Kembeli Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar