MELAKONI profesi yang diidamkan semenjak kecil, dr Wiwin Sri Niscahya Wati selalu menjalani seluruh tugasnya sepenuh hati.
Bebaskan Anak Pilih Jalur Karir
Namun demikian dirinya sebisa mungin membagi waktu dengan keluarga dan menyediakan waktu untuk suami dan ank-anaknya. Tantangan inilah yang dia hadapi di sela-sela tugasnya sebagai dokter.Perempuan kelahiran 14 September 1984 ini sudah bertugas di RSU Kaliwates semenjak hampir dua tahun lalu. Profesi dokter memang sudah menjadi cita-citanya sejak kecil. Terlebih lagi suaminya juga memiliki profesi sama dengannya. "Suami saya dinas di salah satu rumah sakit di Ambulu," ujar wanita berhijab tersebut.
Sebagai seorang dokter, Wiwin harus siap jika sewaktu-waktu mendapat panggilan dari rumah sakit. Beruntung sang suami dan anak-anaknya paham dengan kesibukannya yang tidak mengenal waktu. "Kita sudah sama-sama paham karena bergelut di profesi yang sama, jadi tahu gimana aktivitas setiap harinya," lanjut ibu dari empat anak ini.
Dengan kesibukan tersebut wanita yang tinggal di kawasan Ajung ini berusaha mengatur waktunya dengan efisien. Setelah bekerja selama satu pekan, dirinya akan menghabiskan waktu bersama keluarganya di akhir pekan. Komitmen yang sama juga dilakukan oleh sang suami.
"Sebisa mungkin hari minggu itu kita selalu ada di rumah," kata Wiwin.
Dirinya tak menampik jika perlu upaya ekstra untuk menyeimbangkan tugas sebagai seorang ibu dan seorang dokter. Karena itu Wiwin selalu mendidik anknya untuk jadi mandiri dan memahamkan tugasnya kepada sang anak.
"Anak-anak sering saya anak ke rumah sakit supaya bisa lihat tugas ibunya sebagai dokter. Jadi kalau misalnya saya atau suami harus pulang malam, mereka sudah maklum. Untungnya saya sekarang selalu dapat shift pagi, jadi malam harinya bisa jaga anak-anak," paparnya.
Tak hanya itu, sulung dari lima bersaudara ini juga mengenalkan berbagai kegiatan di dunia kesehatan kepada anak-anaknya. Terutama kepada si sulung yang sudah mulai banyak bertanya mengenai alat-alat medis. "Kadang dia tanya, ini alat apa, itu alat apa. Ya saya jelaskan sembari mencontohkan penggunaannya," tutur Wiwin.
Meski memiliki keinginan bahwa anak-anaknya meneruskan jejak sebagai dokter, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Jember ini tidak mau memaksakan kehendak. Dirinya membebaskan anak-anak untuk memilih jalur karirnya sendiri kelak.
"Sayang kalau nanti dipaksakan tapi mereka suka, nanti ditegah jalan malah ditinggal," pungkasnya. (lin/hdi)
Sumber : Jawa POs Radar Jember, 21 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar