SEJAK kecil, impian Dyah Ayu Mustikasari adalah menjadi seorang polisi. Meskipun sebagian masyarakat menganggap wanita tak begitucocok untuk menjadi polisi, mimpi gadis berhijab ini tak pernah beralih dari menjadi bagian aparat penegak hukum.
Ditempatkan di Reskrim Urusan Anak dan Perempuan
Sang orang tualah yang mengenalkan dirinya pada profesi polisi. Waktu kecil gadis yang akrab disapa tika ini kerap melihat peran polisi ynag begitu besar di masyarakat. "Ibu sering bercerita bahwa polisi yang begitu besar di masyarakat, menjadi saya ingin menjadi bagaian dari orang yang selalu berbuat baik kepada orang lain, tuturnya.Meskipun begitu, dia menjadi orang pertama di keluarganya yang berhasil menggapai mimpi sebagi seorang polisi. Baru setelah lulus darp pusat pendidikan Tugas Umum (Pusdik gasum) Porong dan mulai berkarier di Jember, kakaknya turut menyusuklk bertugas sebagai polisi.
"Kak saya bertugas di Mabes polri di bagaian laboratorium forensik," lanjut perempuan kelahiran 1 April 1994 tersebut.
Setelah lulus dari pusdik Gasum, Tika sempat menjadi pegawai pribadi (walpri) orang nomor satu di jember sala ena bulan sebelum akhirnya di tempat kan dipolsek sempolan, menurutnya wlau sama-sama menantang ada perbedaan signifikan dari kedua tugas tersebut.
Salah satunya ketika ketika menghadi orang yang sering ditemui sehari-hari. Ketika masih menjadi walpri, gadis asal bantyuwangi iini banyak bertemu dengan orang-orang yang sudah paham hukum, ujarnya.
Untuk mengatasinya. Tika berusaha melakuakn komunikasi kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih sederahan dan mudah dipaham. serta lebih sabar penjelasan kepada masyarakat mengenal hukum khususnya perempuan anak"kalu di walpri kita bicara sedikit orang-orang sudah paham," imbuhnya.
Hal tersebut juga menjadi cara nya untuk lebih dekat dengan masyarakat. Apalagi banyak orang memandang remeh terhadap wanita yang bertugas sebagi polisi, terlebih lagi dari sisi kekuatan fisik mereka. namun, menurut anak kedua dari tiga bersaudara mini, hal tersebut merupakan ketidak tahuan masyarakat saja.
Mengenal perbuatan tidak baik yang dilakaukan oleh polisi. Tika menjelaskan bahwa mereka hanyalah oknum dan tidak semua polisi memiliki sikap yang demikaian. "kalu kita mau lebih dekat dengan polisi. banyak kok polisi yang baik. Dulu poilisi memnag belum merakyat, tetapi sekarang sudah jauh lebih merakyat," tegasnya.(lin/cl/har)
Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 07 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar