Kamis, 09 Maret 2017

Karyawan Bisa Berbisnis


BEKERJA di luar disiplin keilmuan semasa kuliah, rupanya bukan hambatan merintis karier menjadi karyawan salah satu perusahaan swasta. Seperti yang dialami Nurmala Ida, sarjana sosial yang harus bekerja menjadi tenaga akunting.

Sebelum Merauo Omset Minimal Rp 185 Juta

Nurma yang tinggal di perumahan Kramat 2, Jember, itu sekitar 6 tahunan bekerja di perusahaan nasional ternama. Meski beda basic keilmuan,  dia mengaku betah karena hati dan lingkungan pekerjaan yang mnyenagkan.

Bagi ibu seorang anak ini, tidak ada tantangan yang sulit dilewati . Terlebih, ada sistem yang mampu membantu di setiap kesulitanny. Kekompakan tim menjadi kunci yang perlu dijaga. 'hasilnya betah dan rezeki menjadi ak kita, " ujarnya.

Perempuan kelahiran 5 Juni 1988  itu mengaku tak pernah puas dengan capaian yang dinikmatinya selam ini. Terus bekerja mencari peluang usaha lain. Hingga kemudian, dia punmengenal bisnis online yang diteekini sejak setahun silam. "Boleh usaha diluar pekerjaan kita, namun yang perlu dipertegas, tanggung jawab tetap harus dijaga," saranya.

Bisnis sampingan yang ditekenunyi rupanya membuahkan hasil yang manisnya, melebih gaji di perusahaan tempatnya bekerja. Betapa tidak, sebulan dia mampu  meraup omset minimal Rp 15 juta. "Alhamdulillah, berkah." imbuhnya.

Menjalankan bisnis nya pun tak sulit. Promosi  yang dimainkan hanya memanfaatkan jejaring media sosial. Terpenting harus rajin memantau medsos dan selalu siap menjawab komentar berisi pertanyaan konsumennya. "Dikritik pun harus tetap dijawab. Tentu dengan sabar," tuturnya.

Meski hasil berbisnis onlinenya membuahkan cukup menjanjikan , rupanya istri Erwin Kurniawan itu tak mau lupa daratan. Apalagi sampai meninggalkan pekerjaan diperusahaan nya. "harus pinytar mengatur waktu," katanya.

Keandalan membagi waktu, juga harus dia lakukan dirimahnya terlebih dia tetap menjadi seorang istri dan ibu  bagi anaknya. "Soal tugas rumah tangga, tetap menjadi tanggung jawab saya. Meski suami begiti men-suppor," katanya dengan nada bangga.

Dia pun mengajak para perempuan supaya tidak ragu lagi memanfaatkan peluang. Sebab hasil yang diperoleh , bisa ditabung untuk masa depan keluarga. "karemna perempuan juga memiliki potensi dan bisa berkarya," tuturnya.(rul/cl/hdi)

Sumber: Jawa Pos Radar Jember, 23 Februari 2017

Disalin Kembali Oleh.(Rs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar