MEMILIH profesi yang tidak linier dengan disiplin ilmu yang ditempuh di bangku kuliah merupakan hal lumrah. Hal ini pula yang saat ini tengah dijalani Siti Farhatum. Kendati lulus dari Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Jember, perempuan yang biasa disapa Farah ini tidak tertarik menjadi guru.
Citarasa dan Penyajian Khas Madura
Cewek 25 tahun ini lebih memilih merintis usaha kuliner bersama sang suami. Sejak masih, SMA Farah mengaku sudah gemar mengolah masakan. Kegemarannya dengan kuliner baru dari daerah yang berbeda.Dari masakan Madura hingga ranah Minang sudah pernah dia jajal.Sebagai orang yang lahir di Madura, Farah mengusung idealisnya primordialdalam masakan yang dia jual. Warung masakannya menjual makanan khas Madura. Bukan cuma dalam sajian masakan, tetapi juga penyajiannya.
Tak hanya itu, dia memberi nama warungnya dengan Warung Lancor. Bagi yang tahu, istilah lancor adalah nama yang dimasyhukur oleh rakyat Madura, tetutama yang berasal dari Pamekasan. Lancor merupakan nama senjata tradisional yang digunakan oleh pejuang Madura kala melawan penjajah Belanda beberapa ratus tahun sebelum merdeka.
Melalui warungnya itu, Farah menyimpan misi agar masakan Madura bisa dikenal masyarakat Jember yang sebagian etnisnya berdarah Madura. Namun ironis, teramat sedikit Khazanah kuliner Madura yang mereka kenal. "Paling tahunya cuma nasi jangung," ujarnya.
Di luar itu, dia tidak menampik jika keputusannya memilih berwirausaha kuliner dikarenakan faktor peluang. Menjalani profesi sebagai wirausahawan memiliki potensi kemapanan ekonomi yang lebih besar ketimbang menjadi guru.
Disadari oleh Farah, menjadi guru dengan status pegawai negeri di zaman sekarang teramat susah. Jika masih memaksakan jadi guru, peluang yang masih terbuka bagi sarjana di bidang pendidikan yang baru lulus adalah menjadi guru sukwan atau mengajar di sekolah swasta. Konsekuensinya adalah gaji yang minim.
Sebagai perantauan dari Sampang Madura, bekerja di daerah orang dengan gajai paspasan bukanlah pilihan yang tepat. Untuk itu, dia memilih bisnis kuliner. (was/cl/har)
Sumber : Jawa Pos Radar Jember, 13 Februari 2017
Disalin Kembali Oleh : (Yn)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar